Sabtu, 16 Juli 2011

* LUKA HATI SANG PEMIMPI *

Malam semakin sunyi
Bersamaan dengan hadirnya luka ini
Perih yang tak diharapkan terjadi
Kini tlah terulang kembali

Di tengah senyapnya malam
Ku semakin terbenam
Bersama hening alam

Butir butir mutiara beningpun
kian tak terbendung
mengucur deras
tanpa batas

Lara yang kembali terukir
tak dapat ku punngkiri 
dan tak dapat pula ku sesali

Ku hanya berharap
semua ini kan berakhir
terhempas bersama hembusan angin semilir
karena ku sadar sepenuhnya
bahwa inilah TAKDIR
yang tak bisa ku hindari
lagi tak bisa ku ratapi

Di sisi lain hati ,
ku berjanji pada diri ini
kan menjadi yang TERBAIK

Dan pasti !
kan ku buktikan
bahwa,
Inilah  AKU.......SANG PEMIMPI
skaligus SANG PEMBELAJAR SEJATI
dengan JIWA BESAR YANG TAKKAN PERNAH MATI



Tidak ada komentar:

Posting Komentar